Ada kalimat sederhana yang sering kita dengar dan diam-diam kita takuti “Senin, harga naik.” Dari situlah film Senin Harga Naik memulai ceritanya. Bukan dengan ledakan konflik besar, melainkan lewat keseharian yang terasa sangat akrab. Film ini tidak berusaha menjadi dramatis berlebihan, justru kekuatannya ada pada kejujuran cerita dan realita hidup yang apa adanya.
Film ini mengikuti kehidupan tokoh-tokoh sederhana yang hidup di tengah tekanan ekonomi kota. Mereka bukan orang jahat, bukan pula pahlawan. Mereka hanyalah manusia biasa yang setiap harinya harus memutar otak agar bisa bertahan. Dari urusan belanja dapur, ongkos transportasi, hingga cicilan yang tak pernah berhenti datang, semuanya digambarkan dengan detail yang terasa nyata. Penonton akan langsung merasa, “Ini hidup gue.”
Alur Senin Harga Naik berjalan mengalir, pelan tapi penuh makna. Cerita berkembang dari percakapan kecil, keluhan ringan, hingga konflik yang semakin terasa berat seiring waktu. Tidak ada dialog yang dibuat-buat. Semuanya terdengar natural, seperti obrolan sehari-hari yang sering kita dengar di warung, di angkutan umum, atau di rumah sendiri. Di sinilah film ini terasa sangat manusiawi.
Konflik utama film ini bukan tentang satu masalah besar, melainkan akumulasi dari masalah-masalah kecil yang terus menekan. Harga kebutuhan pokok naik, penghasilan tidak ikut bertambah, dan pilihan hidup semakin sempit. Penonton diajak merasakan lelahnya hidup dalam situasi seperti ini lelah yang sunyi, tapi nyata. Film ini tidak menghakimi, hanya memperlihatkan bagaimana setiap orang punya cara masing-masing untuk bertahan.
Yang menarik, Senin Harga Naik juga menyelipkan humor tipis yang pahit. Bukan humor untuk tertawa lepas, tapi senyum getir yang muncul karena merasa relate. Ada adegan-adegan kecil yang terasa ironis, lucu sekaligus menyedihkan. Film ini seolah berkata, “Beginilah hidup. Kadang kita cuma bisa ketawa supaya tidak menangis.”
Memasuki pertengahan film, emosi mulai naik. Tekanan semakin terasa, hubungan antar karakter diuji, dan pilihan-pilihan sulit harus diambil. Di titik ini, penonton akan mulai ikut bertanya sampai kapan semua ini bisa ditahan? Dan apa yang harus dikorbankan demi bertahan hidup? Film ini tidak menawarkan solusi instan, tapi justru menghadirkan kejujuran yang jarang kita lihat di layar lebar.
Akhir cerita Senin Harga Naik disajikan dengan tenang, tanpa dramatisasi berlebihan. Namun justru di sanalah pukulannya terasa paling kuat. Film ini meninggalkan ruang untuk merenung tentang hidup, tentang perjuangan kecil yang sering tidak dianggap, dan tentang empati pada sesama. Sebuah penutup yang sederhana, tapi membekas.
Senin Harga Naik adalah film yang cocok untuk kamu yang ingin menonton sesuatu yang dekat dengan realita, menyentuh, dan penuh makna. Ini bukan sekadar tontonan, tapi cermin kehidupan banyak orang.
🎬 Jangan lewatkan kisah yang terasa terlalu nyata ini segera tonton Senin Harga Naik di LAYAR21 dan rasakan sendiri cerita hidup yang mungkin sedang kamu jalani hari ini.
