Abousofyan memberitahu Aboutaleb, paman Muhammad, bahwa keesokan paginya ia berencana membunuh Nabi Suci Islam dan umat Muslim yang sedang melakukan boikot. Aboutaleb teringat peristiwa beberapa tahun lalu ketika Abraha menyerbu Mekah untuk menghancurkan Baitullah. Namun, atas kehendak Allah, pasukannya dikalahkan oleh jutaan burung kecil yang diutus oleh Allah. Sebulan kemudian, Muhammad lahir.






