ZIARAH ~ Sebuah Perjalanan Sunyi yang Menggetarkan Hati

Diposting pada Dilihat: 0

Film ZIARAH karya sutradara BW Purba Negara adalah salah satu karya sinema Indonesia yang paling jujur, lembut, dan menyentuh dalam menggambarkan perjalanan manusia mencari arti hidup, kenangan, dan cinta yang tak lekang oleh waktu. Dirilis pada 2016, film ini menjadi fenomena karena kemampuannya menghadirkan cerita sederhana yang justru meninggalkan jejak emosional mendalam bagi penonton.

Kisah Ziarah berpusat pada sosok Mbah Sri, seorang nenek berusia lanjut yang diperankan oleh Ponco Sutiyem, atau yang akrab dipanggil Mbah Ponco. Dengan langkah pelan dan tubuh renta, Mbah Sri memulai perjalanan panjang untuk menemukan makam suaminya, Pawiro, yang hilang semasa perang. Ia ingin menemukan lokasi pasti makam tersebut agar bisa meletakkan batu nisan yang layak sebelum ajal menjemputnya. Sebuah misi yang tampak sederhana, namun sarat lapisan makna.

Sepanjang perjalanan, Ziarah memperlihatkan realitas pedesaan Indonesia dengan sangat natural. Kamera seakan menjadi saksi bisu dari setiap jejak kaki Mbah Sri: menyusuri jalan berbatu, menaiki bus tua, bertanya dari satu orang ke orang lain. Film ini tidak terburu-buru. Ia mengambil waktu, memberi ruang bagi penonton untuk ikut menyelami keheningan, kerinduan, dan keteguhan seorang perempuan mengarungi masa lalu yang belum selesai.

Yang membuat Ziarah begitu istimewa adalah penggunaan pemeran non-profesional, termasuk Mbah Ponco yang memberikan performa luar biasa alami, tulus, dan menggetarkan. Tidak ada dramatisasi berlebihan justru keaslian inilah yang membuat setiap adegan terasa hidup. Penonton dapat merasakan bahwa ini bukan hanya film melainkan potret kehidupan nyata yang diamati dengan penuh kasih dan kelembutan.

Secara naratif, Ziarah menyuguhkan pengalaman road movie yang intim. Mbah Sri bertemu banyak orang, masing-masing membawa fragmen sejarah dan memori tentang masa perang. Melalui interaksi itulah, film ini perlahan merajut gambaran tentang kehilangan dan harapan yang mungkin dialami banyak keluarga Indonesia. Di balik kisah personal, Ziarah juga menjadi refleksi tentang ingatan kolektif bangsa.

Secara visual, film ini sederhana namun puitis. Lanskap pedesaan, langit mendung, dan rumah-rumah tua menjadi latar yang memperkuat nuansa kontemplatif. Musiknya minimalis, tetapi justru membuat emosi semakin kuat. Ziarah mengajarkan bahwa keheningan bisa menjadi bahasa yang sangat fasih.

Tidak heran film ini meraih berbagai penghargaan internasional, termasuk Best Asian Future Film di Tokyo International Film Festival sebuah prestasi membanggakan bagi film independen Indonesia.

Pada akhirnya, Ziarah bukan hanya tentang menemukan makam. Ini adalah perjalanan tentang mengenang, memaafkan, dan merelakan. Tentang bagaimana cinta bisa bertahan melampaui usia dan waktu. Sebuah film yang akan membuat penonton pulang dengan hati hangat dan pikiran yang lebih damai.

Ingin Merasakan Sendiri Keindahan Dan Kedalaman Film Ziarah?

✨ Tonton sekarang di LAYAR21! Rasakan perjalanan emosional Mbah Sri dan biarkan film ini memberi ruang hening yang mungkin selama ini kita lupakan.

🎬 Segera buka LAYAR21 dan nikmati filmnya!