Sebagai seorang manajer konstruksi, minum alkohol lebih merupakan hal yang normal bagi Mark daripada tidak minum sama sekali. Selain pekerjaannya di lokasi konstruksi, selama makan malam bisnis dan pesta malam yang meriah di Berlin, selalu ada alasan baginya untuk sepenuhnya menikmati kemabukan alkohol. Ketika suatu malam ia mencoba mengendarai mobilnya keluar dari zona larangan parkir dalam keadaan mabuk, ia segera diperiksa dan langsung kehilangan SIM-nya. Bagi Mark, ini adalah alasan yang cukup untuk bertaruh dengan sahabatnya, Nadim: Ia ingin tidak menyentuh alkohol sama sekali sampai ia mendapatkan SIM-nya kembali.






